Pernahkah Anda merasa bosan dan jenuh ketika membaca annual report (laporan tahunan)? Seringkali, salah satu penyebabnya adalah teknik storytelling yang bertele-tele dan terkesan jauh dari pembaca.
Teknik storytelling dalam annual report menjadi salah satu hal penting yang membuat para stakeholder sebagai pembaca semakin tertarik dengan perusahaan.
Hal tersebut karena storytelling dapat meningkatkan pengalaman membaca yang menyenangkan, sehingga muncul keterikatan secara emosional antara perusahaan dengan para stakeholder.
Lalu, apa itu storytelling dan apa saja pentingnya bagi perusahaan? Berikut ulasannya.
Mengenal Storytelling dan Pentingnya bagi Annual Report Perusahaan
Storytelling adalah cara bercerita tentang suatu hal yang mampu menarik minat pembaca untuk mengikuti alur ceritanya.
Storytelling tidak hanya berfungsi di lingkungan akademis, tetapi juga di bisnis dan perusahaan. Penerapan storytelling di lingkungan perusahaan salah satunya yakni pada annual report (laporan tahunan).
Teknik storytelling dalam annual report diperlukan karena mampu menarik minat para pemangku kepentingan sebagai target pembaca untuk dapat terikat secara emosional dengan perusahaan.
Selain itu, storytelling juga perlu diperhatikan secara serius oleh perusahaan karena memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:
- Meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap bisnis yang dijalankan perusahaan.
- Menarik investor baru yang berprinsip dan memiliki value yang sama dengan perusahaan.
- Mengikat emosional para pemangku kepentingan dengan menumbuhkan rasa keterlibatan terhadap perusahaan.
- Memunculkan kesan menghargai dukungan yang dicurahkan para stakeholder kepada perusahaan.
- Menumbuhkan antusiasme dan harapan para stakeholder mengenai prospek perusahaan di masa depan.
- Mampu memproduksi konten naratif yang mewakili suatu brand dengan kuat melalui visual yang menarik.
Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Storytelling pada Annual Report?
Setelah mengetahui apa itu storytelling dan pentingnya bagi perusahaan, ada beberapa persiapan penting sebelum Anda menerapkannya pada annual report. Hal-hal tersebut antara lain:
1. Mengidentifikasi Target Pembaca
Sebelum membuat storytelling yang menarik, Anda harus mengidentifikasi terlebih dahulu siapa saja yang menjadi target pembaca laporan tahunan perusahaan Anda.
Dengan demikian, pembuatan storytelling akan lebih mudah karena narasi yang akan dibangun dapat menyesuaikan target pembaca, seperti apakah para pemegang saham, karyawan perusahaan, ataupun calon investor baru.
2. Menentukan Tema Storytelling
Tema storytelling seperti kolaborasi, konsistensi, dan transformasi menjadi salah satu hal yang penting untuk dipersiapkan.
Anda dapat menyesuaikan tema dengan nilai brand yang dibawa perusahaan, misi yang akan dijalankan, hingga mampu mewakili identitas perusahaan.
Tentu, tema harus dipilih yang menarik dan relevan, sehingga akan memudahkan Anda menerapkan teknik storytelling yang stand out.
3. Menentukan Struktur Narasi Cerita
Dalam menerapkan teknik storytelling, Anda juga harus menentukan narasi yang terstruktur dalam cerita pada annual report.
Narasi yang biasa digunakan seperti persiapan (mengenalkan perusahaan dan visinya), inti atau konflik (risiko dan tantangan yang dihadapi), dan penyelesaian (pencapaian, solusi, dan hasil yang mampu diwujudkan perusahaan).
4. Membaca Data dengan Narasi yang Efektif
Banyaknya data dan angka dalam annual report, tentu membuat pembaca cepat merasa bosan. Oleh karena itu, diperlukan pembacaan data yang mendalam agar mampu menciptakan narasi yang efektif untuk disampaikan kepada pembaca.
Perencanaan struktur dan alur narasi yang jelas membantu menghubungkan bagian-bagian laporan menjadi satu kesatuan yang menarik.
Intip 4 Teknik Storytelling yang Menarik dan Stand Out pada Annual Report?
Teknik storytelling yang baik akan melahirkan kesan yang baik pula bagi para pemangku kepentingan perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena adanya keterikatan emosional antara pembaca dan perusahaan.
Beberapa teknik storytelling menarik yang akan membuat annual report Anda menjadi stand out yakni sebagai berikut.
1. Merangkum Cerita Awal Perusahaan
Cerita awal mula perusahaan dibentuk oleh para pendirinya menjadi daya tarik utama dalam teknik storytelling.
Anda bisa memulai dengan menyoroti awal mula perusahaan yang terkesan biasa saja, tantangan yang dihadapi selama proses pengembangan, hingga visi para pendirinya.
Misalnya, sebuah perusahaan kopi mungkin berbagi perjalanannya dari sebuah ide sederhana di teras rumah hingga menjadi pemimpin pasar produk kopi.
Hal tersebut dapat ditulis dengan menekankan inovasi dan ketekunan yang dilakukan para pendiri perusahaan, sehingga mampu menciptakan ikatan emosional dengan para stakeholder.
2. Membuat Narasi yang Berpusat pada Stakeholder
Beberapa perusahaan berfokus pada penceritaan melalui sudut pandang stakeholder mereka dengan menunjukkan bagaimana produk atau layanan mereka telah memengaruhi kehidupan.
Misalnya, dengan membagikan testimoni dan kisah individu yang hidupnya telah diubah melalui produk atau jasa perusahaan. Pembuatan konten yang kuat dapat menyentuh emosi, khususnya para pemangku kepentingan.
Mereka secara tidak langsung akan terhubung dengan nilai-nilai inti perusahaan dan merasa mengetahui sesuatu yang lebih dari sekadar fakta bisnis dan data ataupun angka yang pasti.
Topik-topik nonfinansial termasuk tata kelola, etika kerja, dan tanggung jawab sosial perusahaan juga mampu meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap perusahaan.
3. Menghubungkan Narasi dengan Kondisi Sosial Masyarakat
Teknik storytelling juga dapat dilakukan dengan menghubungkan narasi yang dibawa oleh perusahaan dengan kondisi sosial masyarakat.
Anda bisa menceritakan kisah yang menyoroti kontribusi mereka terhadap isu sosial, lingkungan, atau ekonomi.
Misalnya, pada produk pakaian yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan praktik ketenagakerjaan yang adil dapat menjadi contoh bagaimana produk tersebut meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Kisah-kisah ini dapat menyentuh hati stakeholder yang menghargai konsumsi etis dan ingin mendukung bisnis yang sejalan dengan nilai-nilai sosial yang ada.
Berbagi kontribusi perusahaan terhadap lingkungan bisnis, komunitas, dan masyarakat dapat mengesankan para pembaca serta menarik investor yang cenderung berbisnis dengan perusahaan peduli sosial.
4. Menceritakan Proses di Balik Layar Pencapaian Perusahaan
Menceritakan pandangan sekilas pada proses di balik layar dan orang-orang di balik suksesnya perusahaan dapat menumbuhkan rasa keterkaitan yang lebih dalam antara perusahaan dan para stakeholder.
Misalnya, Anda dapat berbagi cerita tentang semangat dan keterampilan yang digunakan dalam proses produksi, termasuk profil pemimpin perusahaan, sumber bahan, atau penciptaan produk varian baru.
Dengan demikian, teknik storytelling ini dapat membangun kepercayaan dan penghargaan atas komitmen perusahaan terhadap kualitas dan inovasi.
Sekarang, Anda telah mengetahui berbagai manfaat storytelling, hal-hal yang perlu dipersiapkan, hingga apa saja teknik yang dapat dilakukan untuk membuat annual report perusahaan menjadi stand out.
Bahkan, Anda dapat menciptakan annual report perusahaan dengan teknik storytelling yang menarik dan stand out hanya dengan sekali klik melalui FruityLOGIC.
FruityLOGIC sebagai salah satu agensi digital marketing terkemuka siap membantu Anda mewujudkan annual report yang stand out.
