Memilih kata kunci atau keyword untuk artikel SEO bukanlah sesuatu yang asal-asalan, melainkan perlu pemahaman agar kontenmu memiliki performa yang baik di Google. Keberhasilan suatu konten untuk muncul di halaman pertama Google sangat dipengaruhi oleh pemilihan keyword yang tepat, baik itu short tail maupun long tail keyword.
Apa itu short tail keyword dan long tail keyword? Memahami kedua jenis keyword ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk menerapkan strategi SEO yang tepat. Yuk, baca artikel ini untuk mengetahui selengkapnya dan pahami perbedaan keduanya agar kamu tahu kapan harus menggunakan masing-masing dari keyword tersebut.

Apa itu short tail keyword?
Short tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari satu hingga dua kata saja. Jenis keyword ini biasanya sangat umum dan memiliki volume pencarian yang tinggi. Karena sifatnya yang luas, short tail keyword sering digunakan sehingga tingkat persaingannya juga sangat tinggi.
Namun, keyword jenis ini tidak menunjukkan maksud spesifik dari pencarian sehingga sulit untuk mengetahui apa yang benar-benar diinginkan atau dicari pengguna.
Contoh short tail keyword:
- “makanan”
- “sepatu lari”
- “film romantis”
- “wisata yogyakarta”
Keyword jenis ini cocok digunakan untuk membangun brand awareness atau menjangkau audiens yang luas. Namun, untuk pemula atau blog kecil, menargetkan keyword jenis ini bisa sangat menantang karena sulit bersaing dengan website besar.
Apa itu long tail keyword?
Long tail keyword adalah kata kunci yang lebih panjang dan spesifik, biasanya terdiri dari tiga kata atau lebih. Meskipun volume pencariannya lebih rendah dibandingkan short tail, long tail keyword punya tingkat persaingan yang jauh lebih rendah dan biasanya lebih sesuai dengan niat pencarian pengguna.
- “makanan tinggi protein untuk diet”
- “sepatu lari murah di bawah 1 juta”
- “film romantis korea terbaik 2025”
- “wisata yogyakarta ramah anak”
Keyword jenis ini sangat cocok untuk blog pemula dan bisnis kecil karena kamu bisa menjangkau orang yang benar-benar membutuhkan solusi dari kontenmu.
Perbedaan short tail keyword dan long tail keyword
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk strategi SEO, short tail keyword dan long tail keyword memiliki perbedaan signifikan.
Berikut tabel perbandingan untuk memudahkan kamu memahami perbedaan keduanya:
| Aspek | Short Tail Keyword | Long Tail Keyword |
| Jumlah kata | 1-2 kata | 3 kata atau lebih |
| Tujuan | Umum | Sangat spesifik |
| Volume pencarian | Tinggi | Lebih rendah |
| Tingkat persaingan | Sangat tinggi | Rendah-sedang |
| Contoh | “sepatu lari” | “sepatu lari murah di bawah 1 juta” |
| Cocok untuk | Brand awareness, audiens yang luas | Blog pemula, bisnis kecil, target pasar yang spesifik |
Strategi Menggunakan Keduanya
Kamu sudah mengetahui perbedaan short tail keyword dan long tail keyword. Lalu, bagaimana strategi menggunakan kedua jenis keyword tersebut? Tenang, kamu tidak harus memilih salah satu, kok. Kamu bisa menggabungkan short tail dan long tail keyword dalam strategi SEO bisa memberikan hasil yang maksimal.
Berikut beberapa strategi yang bisa kamu coba:
1. Gunakan short tail keyword untuk pilar konten
Short tail keyword cocok kamu jadikan sebagai pilar konten atau tema besar. Misalnya, kamu ingin membuat blog tentang “makanan sehat”, maka itu kamu jadikan keyword utama.
Lalu, dari situ kamu bisa kembangkan konten-konten turunan dengan long tail keyword seperti:
“makanan sehat untuk diet”, “makanan sehat tinggi protein”, “makanan sehat rendah lemak”, “makanan sehat tinggi protein untuk diet”, “makanan sehat tinggi protein untuk diet”.
2. Optimalkan long tail untuk artikel spesifik
Long tail keyword sangat ideal untuk artikel blog, atau halaman produk, dan landing page. Karena lebih spesifik, kamu bisa menjawab pertanyaan atau kebutuhan pengguna dengan lebih tepat.
Contoh:
Short tail: “sepatu lari”
Long tail: “sepatu lari murah di bawah 1 juta”
Konten artikel: “Rekomendasi Sepatu Lari Murah Terbaik di Bawah 1 Juta”
3. Gabungkan kedua jenis keyword di isi artikel
Kalau kamu hanya menargetkan short tail keyword, kemungkinan besar kontenmu akan tenggelam karena harus bersaing dengan website dan brand besar.
Jadi, kamu harus menargetkan long tail keyword yang tentunya lebih spesifik seperti agar bisa menarik pengunjung yang benar-benar mencari solusi dari kontenmu. Jika kamu menawarkan produk atau jasa, peluang terjadinya pembelian atau konversi pun menjadi lebih besara apabila menargetkan long tail keyword.
Nah, dalam satu artikel, kamu bisa menggabungkan kedua jenis kata kunci dalam isi artikel seperti berikut:
Short tail: “sepatu lari”
Long tail: “sepatu lari murah di bawah 1 juta”
Kemudian, masukkan long tail di bagian judul (Heading 1), kemudian kombinasikan kedua jenis keyword ke dalam isi artikel, seperti subjudul (Heading 2 atau Heading 3 jika ada), dan beberapa paragraf dalam artikel, serta meta description saat hendak mempublikasikan artikel.
4. Riset kata kunci dengan tools
Jika bingung menentukan kata kunci turunan yang tepat, kamu bisa riset keyword dengan berbagai tools yang tersedia, mulai dari tools gratis hingga berbayar. Beberapa platform yang bisa kamu gunakan adalah sebagai berikut:
- Google Suggest
- Google Trends
- SEMrush
- Ahrefs
- UbberSuggest
Platform-platform di atas akan memberikan kamu rekomendasi long tail keyword yang berpotensi. Kamu juga bisa melihat volume pencarian sehingga dapat memilih kata kunci sasaran yang tepat dan berpotensi.
Nah, itulah perbedaan short tail keyword dan long tail keyword. Memahami perbedaan keduanya sangat penting kalau kamu ingin kontenmu ramai dan muncul di halaman pertama Google. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Short tail keyword cocok untuk meningkatkan brand awareness dan menjangkau audiens luas, tetapi persaingannya tinggi dan konversinya lebih rendah. Sementara long tail keyword cocok untuk menjangkau audiens yang lebih spesifik, lebih mudah bersaing di Google, dan punya potensi konversi yang lebih tinggi.
Jadi, bukan soal mana yang lebih baik, tetapi bagaimana kamu menggabungkan kedua jenis keyword tersebut dengan strategi yang tepat.
