Pernahkah Anda membaca website bisnis yang isinya penuh dengan kalimat “Kami menyediakan solusi inovatif terdepan”? Masalahnya, hampir semua kompetitor memakai template kata yang persis sama. Calon klien akhirnya bosan dan cepat melupakan brand tersebut.
Brand voice yang sukses bikin bisnis Anda terdengar meyakinkan dan pas dengan audiens. Selain itu, gaya bahasa ini harus gampang dipakai oleh semua orang di tim tanpa perlu banyak revisi.
Setelah membaca artikel ini, Anda akan tahu persis cara merancang panduan gaya bahasa yang praktis. Anda bisa langsung memakai langkah-langkah ini supaya bisnis Anda punya karakter kuat di blog, media sosial, sampai email penawaran.
1. Bedakan Dulu Antara Voice dan Tone
Voice adalah karakter asli brand Anda, sedangkan tone adalah nada bicara. Voice bisnis Anda tidak pernah berubah, sementara tone justru harus fleksibel menyesuaikan situasi dan emosi audiens [1].
Coba bayangkan diri Anda sendiri. Anda tetaplah orang yang sama saat sedang kumpul santai dengan teman maupun saat presentasi di depan klien besar. Tapi nada bicara Anda pasti berbeda, kan?
Sebagai langkah awal, coba tulis satu kalimat pendek untuk mendefinisikan voice utama Anda. Misalnya Anda bisa menulis, “Voice agensi kami selalu jujur dan berbasis data, tapi tone kami bisa santai di Twitter dan sangat tegas di proposal bisnis.”
2. Mulai dari Nilai Bisnis, Bukan Asumsi
Jangan sekadar menebak gaya bahasa apa yang sedang tren saat ini. Mulailah dari nilai utama yang bisnis Anda perjuangkan dan siapa target audiens yang Anda ajak bicara [2].
Jika Anda asal memakai bahasa gaul padahal target pasar Anda adalah manajer perusahaan B2B, hasilnya pasti terasa palsu dan memaksa. Brand voice yang tepat selalu mencerminkan rasa hormat kepada audiens target Anda.
Coba tanyakan pada diri Anda: agar calon klien percaya, brand ini harus terdengar seperti apa? Jawaban yang bagus biasanya sangat spesifik, misalnya jelas, paham bisnis, direct, dan sangat membantu.
3. Audit Konten Terbaik Anda
Berhenti menebak dari nol. Coba periksa lagi konten pemasaran lama Anda yang paling laris dan disukai audiens [1].
Lihat artikel blog yang paling banyak dibaca atau postingan Instagram dengan interaksi tertinggi. Pola bahasa di sana menunjukkan apa yang benar-benar berhasil menarik perhatian pasar Anda selama ini.
Cari 5 konten dengan performa terbaik dari berbagai saluran komunikasi. Temukan benang merahnya, lalu catat gaya penulisan, pilihan kata, dan cara Anda menyapa audiens di konten sukses tersebut.
4. Bikin “Word Bank”, Jangan Cuma Pakai Kata Sifat
Memilih tiga kata sifat saja belum cukup. Jika Anda sekadar mendeskripsikan brand Anda “ramah” dan “jelas”, tim penulis tetap akan kebingungan saat mulai merangkai kata.
Panduan yang praktis membutuhkan daftar kosakata yang jelas. Anda wajib punya daftar kata yang harus dipakai dan daftar kata terlarang yang harus dijauhi agar tulisan tidak terdengar pasaran [3].
Anda bisa membuat tabel panduan kosakata sederhana untuk tim. Kolom pertama berisi kata andalan yang harus dipakai seperti jelas, langsung, praktis, uji, dan data. Kolom kedua berisi jargon usang yang harus dihindari seperti optimalisasi maksimal, leading, atau revolusioner [4].
5. Buat Matriks Tone untuk Berbagai Situasi
Satu gaya bahasa tidak bisa dipakai pukul rata untuk semua media. Beda platform berarti beda pula cara Anda menyampaikan pesan [5].
Pembaca blog butuh edukasi. Pengunjung landing page butuh kepastian cepat. Pelanggan yang mengajukan komplain butuh empati. Anda harus memetakan situasi ini sejak awal agar tim tidak salah mengambil sikap.
Buat panduan singkat untuk operasional harian tim Anda dengan memecah tone berdasarkan kebutuhan platform. Misalnya, blog SEO menggunakan gaya edukatif dan lugas, landing page memakai bahasa yakin dan to the point, sedangkan balasan komplain harus selalu empatik, tenang, dan solutif.
6. Beri Contoh Kalimat Benar dan Salah
Teori saja tidak akan pernah cukup. Anda wajib memberikan contoh perbandingan kalimat yang benar dan yang salah secara berdampingan.
Panduan yang bagus harus bisa langsung dipraktikkan setiap hari. Contoh langsung akan sangat membantu penulis baru, admin media sosial, atau freelancer untuk memahami ekspektasi Anda tanpa perlu banyak bertanya [1].
Sediakan perbandingan teks secara langsung di panduan Anda. Beri contoh kalimat salah seperti, “Kami memfasilitasi solusi inovatif untuk memaksimalkan ROI Anda.” Lalu sandingkan dengan versi benarnya seperti, “Kami bantu pangkas biaya iklan Anda agar untungnya lebih terlihat.”
7. Latih Semua Orang yang Menulis untuk Brand Anda
Dokumen panduan sebagus apa pun tidak ada gunanya jika cuma disimpan di Google Drive. Gaya bahasa bisnis sering hancur saat dikerjakan oleh banyak orang yang berbeda tanpa koordinasi yang jelas.
Latih semua anggota tim yang memproduksi tulisan [6]. Panduan ini wajib dipahami oleh penulis konten, tim sales, tim support, sampai staf yang memakai perangkat AI untuk menyusun draf email.
Jadikan panduan ini sebagai standar kerja utama saat melatih karyawan baru. Jadwalkan juga peninjauan rutin setiap 6 bulan untuk mengecek apakah gaya bahasa ini masih sejalan dengan respons pelanggan Anda.
Membangun brand voice memang butuh sedikit waktu ekstra di tahap awal. Tapi hasilnya sangat sepadan. Bisnis Anda akan lebih mudah diingat, punya karakter kuat, dan konsisten mendatangkan rasa percaya dari klien baru.
Menurut Anda, apa jargon bisnis yang paling sering Anda dengar dan paling membosankan akhir-akhir ini? Yuk, bagikan di kolom komentar!
Brand voice yang konsisten akan jauh lebih maksimal jika didukung oleh identitas visual yang sama kuatnya. Jika Anda butuh bantuan untuk merancang identitas tersebut, FruityLOGIC menyediakan jasa branding dan jasa desain logo untuk memastikan karakter bisnis Anda tampil profesional dan menonjol.
Referensi
- Sprout Social. Brand Voice: What It Is, Why It Matters + Examples. Diakses dari sproutsocial.com
- HubSpot Blog. Craft your best brand voice: Expert tips, examples, and templates. Diakses dari blog.hubspot.com
- Fiverr. Brand Voice: What It Is and How to Get It Right. Diakses dari fiverr.com
- Mailchimp. Voice and Tone | Mailchimp Content Style Guide. Diakses dari styleguide.mailchimp.com
- Atlassian Design. Overview – Voice tone. Diakses dari atlassian.design
- HubSpot Blog. Consistent brand voice: How to be unmistakable no matter what the channel. Diakses dari blog.hubspot.com