Pernahkan Anda kehilangan akses data pribadi atau data keuangan yang disimpan melalui browser pada perangkat digital?
Hal tersebut dapat terjadi karena lemahnya sistem protokol keamanan pada browser ataupun website.
Oleh karena itu, Anda memerlukan Secure Sockets Layer (SSL) untuk mengamankan data Anda melalui metode enkripsi data.
Lalu, apa itu SSL, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja fungsinya?
Simak informasinya berikut.
Mengenal Apa Itu SSL dan Cara Kerjanya
Secure Sockets Layer (SSL) merupakan jenis teknologi untuk membuat koneksi terenkripsi antara browser atau komputer pengguna dan server atau situs web.
Teknologi ini mampu mencegah peretas (hacker) melihat atau mencuri informasi apa pun yang ditransfer, termasuk data pribadi dan keuangan.
Hal ini mencakup enkripsi untuk melindungi nama pengguna dan kata sandi, serta formulir yang digunakan untuk mengirimkan informasi pribadi, dokumen, atau gambar.
SSL mempunyai cara kerja sebagai berikut:
1. Enkripsi
SSL mengenkripsi data yang dikirimkan melalui web, sehingga menjamin privasi pengguna.
Jika seseorang hendak menyadap data, mereka hanya akan melihat sekumpulan karakter yang hampir mustahil dipecahkan.
2. Autentifikasi
SSL memulai proses autentikasi yang disebut jabat tangan antara dua perangkat untuk mengonfirmasi identitas mereka, sehingga memastikan kedua belah pihak adalah orang yang mereka klaim.
3. Integrasi data
SSL menandatangani data secara digital guna memastikan data tersebut belum dirusak.
Selian itu, SSL juga memverifikasi bahwa data yang diterima benar-benar data yang dikirim oleh pengirim.
3 Fungsi SSL yang Wajib Diketahui
Setelah mengetahui apa itu SSL dan cara kerjanya, Anda juga harus memahami fungsi SSL bagi keamanan data.
Berikut 3 fungsi SSL yang wajib diketahui:
1. Mencegah Perusakan Data
SSL berfungsi sebagai segel anti-rusak yang memastikan bahwa data yang dikirim dan diterima tidak diubah selama transit.
Dengan demikian, SSL memastikan bahwa siapa pun yang mencoba merusak data tersebut hanya akan melihat sekumpulan karakter yang acak.
Hal ini menjaga kredensial login pengguna tetap aman.
2. Autentikasi Server pada Website
SSL berfungsi mengautentikasi server pada website dengan memastikan bahwa pengguna terhubung ke situs web yang sah, bukan situs web palsu yang dibuat oleh hacker.
3. Mengamankan Data dari Serangan Siber
Sebelum adanya SSL, data di web dikirimkan dalam bentuk teks biasa, sehingga memudahkan siapa pun menyadap pesan tersebut untuk membacanya.
Misalnya, jika seseorang masuk ke akun emailnya, nama pengguna dan kata sandinya akan terkirim melalui Internet tanpa perlindungan.
SSL diciptakan untuk mengatasi masalah ini dengan mengenkripsi data antara pengguna dan server web.
3 Jenis Sertifikat SSL
Setelah mengetahui 3 fungsi SSL, simak informasi mengenai jenis-jenis sertifikat SSL berikut.
1. Domain Tunggal
Jenis ini hanya mencakup satu domain tertentu. Domain adalah nama situs web.
Misalnya, jika Anda memiliki sertifikat SSL domain tunggal untuk www.fruitylogic.com, sertifikat tersebut tidak akan mencakup domain atau subdomain lainnya.
2. Multi-Domain
Jenis ini dapat mengamankan beberapa domain yang tidak terkait dalam satu sertifikat.
3. Wildcard
Mirip dengan sertifikat domain tunggal, tetapi juga mencakup semua subdomain dari satu domain.
Misalnya, jika Anda memiliki sertifikat wildcard untuk fruitylogic.com, sertifikat tersebut akan mencakup www.fruitylogic.com, blog.www.fruityogic.com, dan subdomain lainnya (tetap di bawah .com).
3 jenis sertifikat ini bervariasi dalam cakupan dan fleksibilitasnya, yang memungkinkan pemilik situs web memilih tingkat cakupan keamanan yang tepat berdasarkan kebutuhan mereka.
Bahkan, sertifikat SSL juga tersedia dalam berbagai tingkat validasi , termasuk Validasi Domain (DV), Validasi Organisasi (OV), dan Validasi Lanjutan (EV).
