Table of Content
Improved Table of Contents with Hierarchy and Visual Indicators

    Branding Ijen Farm House

    Ijen Farm House adalah wisata peternakan ala Eropa pertama di wilayah Tapal Kuda, lokasinya pas di kaki Gunung Ijen, Banyuwangi. Daya tarik utamanya adalah pengunjung bisa main langsung dengan hewan impor seperti Domba Swiss dan Alpaca.

    Klien meminta kami mengerjakan branding lengkap dari nol untuk persiapan opening. Fokusnya ada tiga: logo yang kuat, iklan yang menarik perhatian di jalan, dan merchandise yang laku dijual.

    Tantangan

    Tantangan utamanya adalah menggabungkan gaya Eropa dengan suasana alam Banyuwangi.

    Desainnya harus terasa berkelas tapi tetap hangat, jangan kaku seperti kebun binatang biasa. Selain itu, merchandise harus didesain menarik supaya orang beli karena memang suka gambarnya, bukan cuma karena butuh kaos ganti.

    Apa yang Kami Lakukan

    1. Desain Logo Utama

    Logo tidak boleh asal tempel gambar hewan. Kami merancang logo yang menggabungkan tiga unsur penting: siluet kepala Domba Swiss sebagai ikon utama, atap kandang yang menggambarkan suasana peternakan, dan garis gunung yang menunjukkan lokasi di Ijen.

    Pilihan warnanya pun spesifik: cokelat tanah dan hijau gelap. Kombinasi ini dipilih supaya logo terasa alami, elegan, dan menyatu dengan lingkungan sekitar, bukan warna-warna neon yang mencolok mata.

    2. Sistem & Standarisasi Logo

    Sebuah brand bisa terlihat berantakan kalau logonya berubah-ubah bentuk. Karena itu, kami membuat aturan baku penggunaannya:

    • Sistem Grid: Kami mengatur proporsi logo agar seimbang.
    • Area Aman: Batas jarak kosong di sekeliling logo supaya tidak tertumpuk elemen lain.
    • Kode Warna: Patokan warna yang pasti agar hasil cetakan di kertas sama persis dengan yang di kain atau besi.

    Tujuannya simpel: mau dicetak kecil di kartu nama atau dipasang raksasa di gerbang masuk, bentuk logo tetap konsisten, rapi, dan tidak penyok.

    3. Strategi Merchandise

    Supaya penjualan maksimal, kami tidak memukul rata semua desain kaos. Kami membedakannya berdasarkan target pemakai:

    • Koleksi Dewasa (Lifestyle): Pendekatannya lebih ke arah fashion, bukan kaos oleh-oleh norak. Kami menggunakan gaya tulisan tangan kasar (rustic) dan grafis siluet satu warna. Hasilnya adalah kaos yang simpel dan elegan, sehingga orang dewasa percaya diri memakainya untuk jalan-jalan sehari-hari.
    • Koleksi Anak-anak (Playful): Pendekatannya adalah karakter maskot. Kami menggunakan ilustrasi kartun hewan yang penuh warna dan ekspresif. Desain ini dibuat mencolok agar anak-anak langsung tertarik secara visual dan meminta orang tuanya untuk membelikan saat masuk toko suvenir.

    4. Iklan Billboard Jalan Raya

    Pengendara di jalan raya hanya punya waktu 1-2 detik untuk melihat iklan. Kami menghindari desain yang penuh tulisan kecil. Strateginya adalah “Visual Bicara”: kami memajang foto berukuran besar yang menampilkan momen anak sedang memeluk domba.

    Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas tanpa perlu banyak membaca: “Ini tempat di mana kamu bisa main langsung sama hewan, bukan cuma menonton dari balik pagar.”

    5. Tiket Masuk Fisik

    Tiket masuk seringkali berakhir di tempat sampah begitu pengunjung masuk gerbang. Kami ingin mengubah kebiasaan itu. Tiket fisik Ijen Farm House didesain dengan ilustrasi siluet alam yang estetik dan bahan yang layak. Tujuannya agar tiket ini terasa berharga seperti kartu pos, sehingga pengunjung mau menyimpannya sebagai kenang-kenangan liburan mereka.

    Hasilnya

    Desain ini berhasil bikin Ijen Farm House terlihat profesional dan niat sejak hari pertama buka. Pengunjung merasakan suasana yang sama dari mulai lihat iklan di jalan, pegang tiket, sampai beli kaos. Branding yang rapi ini membantu mengangkat citra tempat wisata baru ini jadi destinasi liburan keluarga yang terpercaya dan wajib didatangi.

    ijen farm house banyuwangi

    1 January 2026

    Portfolio FruityLOGIC Design Surabaya Lainnya