KPI Website Indikator Kinerja untuk Website

Key Performance Indicator, atau KPI, adalah cara kita mengukur kinerja sesuatu. Dalam kasus website, KPI adalah faktor yang membantu pemilik, webmaster, dan manajer pemasaran menentukan apakah website tersebut berhasil, dan bagaimana hal itu dapat ditingkatkan untuk meningkatkan pendapatan. KPI website juga dapat berbeda dari model bisnis lainnya, sehingga penting untuk dipahami oleh pemilik bisnis online.

Apa tujuan menerapkan KPI pada website Anda?

KPI penting karena dapat membantu meningkatkan kinerja website.

Dengan memantau dan mengukur indikator ini secara teratur, mereka yang terlibat dengan website dapat membuat rekomendasi untuk perbaikan berdasarkan data nyata dan aktual. Bukan hanya membuat keputusan untuk perubahan berdasarkan perasaan, namun KPI dapat membantu menghasilkan perubahan yang meningkatkan statistik dengan baik seperti bounce rate, waktu di website, dan sebagainya.

Itulah mengapa Anda perlu melacak KPI website Anda melalui alat online seperti Google Analytics. Anda juga harus mempertimbangkannya saat membuat keputusan tentang mesin pencari atau pengoptimalan tingkat konversi. Bagaimanapun, indikator kinerja website memberi Anda data dan wawasan unik dan relevan yang dapat menyempurnakan bisnis Anda untuk pengalaman pengguna dan keuntungan yang lebih baik.

KPI website apa saja yang harus Anda lacak?

Website yang menjual produk yang sangat mahal mungkin tidak melacak biaya per konversinya, karena mereka tahu marginnya cukup tinggi untuk menutupi biaya tersebut, dan bahwa ada nilai umur yang sangat tinggi pada pelanggan baru tersebut.

KPI yang tepat untuk Anda bergantung pada kebutuhan spesifik bisnis Anda.

Itulah mengapa Anda perlu mempertimbangkan faktor-faktor berikut saat memutuskan KPI mana yang akan dilacak:

  1.     Sasaran bisnis Anda
  2.     Tujuan Anda
  3.     Tahap pertumbuhan perusahaan Anda

Anda juga harus memilih KPI yang dapat dicapai dan ditindaklanjuti.

Seperti yang kami sebutkan, ada banyak KPI untuk website yang dapat Anda lacak, tetapi ini adalah beberapa yang kami rasa penting bagi sebagian besar webmaster. Bergantung pada bagaimana struktur bisnis Anda, dan jenis pelanggan yang Anda miliki, Anda mungkin tidak memperhatikan beberapa di antaranya, atau Anda mungkin ingin melacak semuanya dengan cermat.

KPI website untuk membangun penjualan, pendapatan, dan kepuasan

Beberapa KPI website paling berharga untuk meningkatkan penjualan, pendapatan, dan kepuasan pelanggan meliputi:

1. Lalu lintas website

Lalu lintas website sebagai salah satu KPI website
Lalu lintas website sebagai salah satu KPI website

Lalu lintas website mungkin merupakan salah satu KPI yang paling jelas yang ingin diperhatikan oleh pemilik website. Secara umum, semakin banyak lalu lintas yang didapat website Anda, semakin besar peluang Anda untuk mengubah pengunjung tersebut menjadi pelanggan. Lebih banyak lalu lintas tidak selalu berarti lebih banyak pembelian, tetapi rasio konversi 5 persen pada 1.000 pengunjung versus 1.000.000 pengunjung berarti dua hal yang sangat berbeda!

Meningkatkan lalu lintas website sering kali menjadi sasaran website. Lalu lintas tidak hanya mengarah pada pembelian tetapi juga kesadaran umum tentang merek Anda. Semakin banyak orang yang berkunjung, semakin besar kemungkinan mereka untuk mengingat nama Anda, menyebut brand Anda kepada teman, atau kembali ketika mereka ingin membeli sesuatu yang Anda tawarkan. Itulah mengapa lalu lintas adalah salah satu KPI website yang lebih populer – dan penting – untuk dilacak.

Pantau lalu lintas website  Anda dengan cermat untuk melihat adanya lonjakan atau penurunan yang besar, atau jenis pola tidak biasa lainnya. Jika Anda menggunakan Google Analytics untuk memantau lalu lintas, Anda dapat memeriksa rujukan Anda untuk melihat apakah website atau jaringan media sosial lain mengirimkan banyak lalu lintas kepada Anda.

Mengetahui siapa yang paling banyak mengirimi Anda lalu lintas – apakah itu Google atau blog teman Anda – bisa sangat berharga dalam memutuskan cara terbaik untuk menargetkan sebagian besar pengunjung Anda.

2. Lalu Lintas Rujukan

Lalu lintas rujukan ke website sebagai salah satu KPI website
Lalu lintas rujukan ke website sebagai salah satu KPI website

“Siapa” yang kami sebutkan di atas, dalam konteks lalu lintas website, sangatlah penting. Lalu lintas rujukan dapat membantu Anda menentukan sumber mana yang mengirimkan paling banyak pengunjung ke website Anda. Informasi ini bisa sangat berharga dalam menentukan di mana Anda harus lebih fokus — misalnya, pada penelusuran organik atau iklan PPC tambahan – atau hubungan mana yang harus Anda pelihara.

Bergantung pada konteksnya, lalu lintas rujukan dapat menjadi KPI website yang kuat untuk kinerja website karena sejumlah alasan. Misalkan, lalu lintas rujukan Anda dari blog tertentu sangat tinggi. Setelah mengikuti tautan, Anda mengetahui itu karena seorang blogger secara positif mengulas salah satu produk atau layanan Anda, dan menautkan ke website Anda pada pos tersebut.

Anda mungkin memilih untuk menjangkau mereka dan memelihara hubungan sehingga Anda memiliki kesempatan untuk membangun lebih banyak tautan di masa mendatang, atau mungkin menawarkan diskon khusus untuk calon pelanggan yang mereka kirim ke Anda.

Lalu lintas rujukan juga dapat menunjukkan potensi masalah.

Jika rujukan Anda dari website lain rendah atau tidak ada, ini mungkin pertanda bahwa kampanye pemasaran atau pembuatan tautan Anda saat ini tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, lalu lintas rujukan rendah dari iklan mungkin memberi tahu Anda bahwa Anda perlu mempertimbangkan kembali kata kunci yang Anda targetkan, atau mungkin jumlah yang Anda belanjakan.

3. Tingkat Konversi

Tingkat konversi sebagai KPI website
Tingkat konversi sebagai KPI website

Rasio konversi adalah KPI yang sangat penting untuk semua website.

Rasio ini adalah persentase di mana pengunjung website berubah menjadi pelanggan. Rasio konversi yang tinggi menunjukkan bahwa Anda meyakinkan banyak pengunjung untuk membeli produk atau layanan Anda, sedangkan rasio yang lebih rendah menunjukkan bahwa tidak banyak pelanggan yang siap untuk membeli, atau mungkin traffic Anda tidak cukup ditargetkan.

Mengetahui jumlah pembeli yang mengunjungi website Anda dapat membantu Anda meningkatkan kinerja website dengan menampilkan pola sehingga Anda dapat menargetkan pengunjung website secara lebih efektif.

Rasio konversi website dapat bervariasi berdasarkan berbagai faktor.

Beberapa toko mungkin senang dengan tingkat konversi 5 persen, sementara yang lain mungkin menginginkan – atau mengharapkan – tarif 20 persen atau lebih. Meskipun meningkatkan rasio konversi Anda harus selalu menjadi tujuan, penting untuk menanyakan beberapa pertanyaan spesifik sebelum Anda membuat perubahan secara membabi buta:

  •     Berapa tingkat konversi rata-rata di industri saya?
  •     Apakah tingkat konversi saya rendah karena harga produk saya sangat tinggi?
  •     Apakah rasio konversi saya rendah karena banyak pelanggan saya memilih untuk membeli produk di toko offline daripada di website saya?
  •     Adakah cara sederhana untuk membuat konversi lebih mudah, yaitu, opsi pembayaran yang lebih cepat?

Pemilik website yang tertarik menemukan cara untuk meningkatkan rasio konversinya harus mempertimbangkan convertion rate optimazation (CRO), yang dirancang untuk mengevaluasi jalur pembelian dan melakukan peningkatan di sepanjang jalan, semuanya dengan tujuan akhir meningkatkan metrik penting ini. Untuk pedagang online, ini adalah salah satu KPI yang paling penting untuk sebuah website.

4. Bounce Rate

Bounce rate
Bounce rate

Bouce rate website Anda mengacu pada persentase pengunjung yang meninggalkan website Anda setelah tiba di sana dari sumber rujukan seperti mesin telusur atau website lain. Meskipun KPI ini pada dasarnya berlaku untuk setiap orang yang meninggalkan website Anda tanpa melakukan pembelian, bouce rate yang sangat tinggi dapat menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung Anda tidak menemukan apa yang mereka inginkan saat mengunjungi website Anda, menjadikannya KPI penting untuk website dalam bisnis apa pun.

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan bouce rate tinggi adalah relevansi.

Contoh: apabila website Anda menjual sarang burung walet untuk wilayah surabaya, dan Anda telah memfokuskan semua upaya SEO Anda pada peringkat untuk kata kunci “sarang”. Ini adalah kata kunci yang cukup luas, dan orang yang menelusurinya mungkin mencari berbagai hal. Jika Anda mendapat peringkat tinggi untuk “sarang”, tetapi sebagian besar pengunjung Anda adalah pria yang mencari sarang ayam bambu, Anda dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada bouce rate Anda.

Google sebenarnya mempertimbangkan bouce rate website Anda saat memutuskan bagaimana memberi peringkat Anda untuk kata kunci tertentu, jadi Anda harus memperhatikan KPI ini dengan sangat cermat. Jika Anda menargetkan kata kunci luas yang meningkatkan bouce rate Anda, pertimbangkan untuk menyesuaikan strategi SEO Anda untuk lebih fokus pada kata kunci berekor panjang. Dalam contoh kami di atas, Anda mungkin lebih beruntung – dan melihat lebih sedikit pantulan – jika Anda mengoptimalkan website  untuk “sarang burung walet murah” atau “sarang burung walet bersih”.

5. Waktu Membeli

Waktu membeli
Waktu membeli

KPI berikutnya yang penting untuk dilacak oleh website adalah waktu untuk membeli.

Metrik ini memberi tahu Anda kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan pengunjung website Anda untuk berubah menjadi pelanggan sebenarnya. Meskipun beberapa orang mungkin mengunjungi website Anda dan segera melakukan pembelian, orang lain mungkin mengunjungi dua, tiga, atau bahkan lebih dari sepuluh kali sebelum mereka memutuskan untuk membeli dari Anda.

Tergantung pada jenis bisnis yang Anda jalankan, waktu yang lama untuk membeli mungkin tidak menjadi masalah bagi Anda. Jika Anda menjual peralatan komputer atau server yang sangat mahal, Anda mungkin tidak akan melihat adanya pembelian impulsif, mengingat banyaknya penelitian yang digunakan untuk membeli ukuran tersebut. Sebaliknya, jika Anda menjual pakaian, perhiasan, atau sepatu yang sangat murah, Anda cenderung melihat banyak pembelian yang termasuk dalam rentang satu hingga dua kunjungan.

Mengetahui waktu rata-rata Anda untuk membeli dapat membantu Anda membuat keputusan yang sangat cerdas tentang pemasaran Anda. Misalnya, Anda mungkin ingin menyiapkan kampanye email marketing khusus untuk toko perlengkapan komputer yang mengirimkan informasi mendetail kepada pembeli berdasarkan apa yang mereka lihat. Di sisi lain, penjualan umum atau email produk baru akan burukrk baik untuk toko dengan banyak pembeli impulsif.

6. Kunjungan Berulang

Kunjungan berulang
Kunjungan berulang

Kunjungan berulang terkait dengan waktu untuk membeli KPI yang dibahas di atas.

Jika waktu Anda untuk membeli sangat tinggi, Anda akan memiliki cukup banyak pengunjung berulang, yang mewakili orang yang sama yang kembali ke toko Anda saat mereka mencoba membuat keputusan. Namun pengunjung berulang juga mewakili pelanggan tetap yang telah membeli dari Anda dan kembali lagi.

Untuk website dengan item bernilai lebih rendah, kunjungan berulang mungkin merupakan tanda loyalitas merek.

Semakin banyak kunjungan berulang yang Anda lakukan, semakin besar peluang Anda untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Namun di sisi lain, jika Anda memiliki sangat sedikit kunjungan berulang, Anda mungkin menyimpulkan bahwa bisnis Anda tidak menawarkan nilai yang cukup untuk menarik orang kembali untuk pembelian kedua.

Anda dapat mendorong pengunjung berulang dengan menawarkan insentif kepada pelanggan Anda.

Misalnya, memberikan kode kupon khusus kepada pembeli pertama kali dapat membuat mereka menyukai Anda – dan dapat membantu meningkatkan rasio konversi Anda juga. Mengirimi mereka email dengan penawaran khusus juga dapat membuat mereka kembali. Mengetahui seperti apa KPI kunjungan berulang Anda, dan menemukan cara untuk meningkatkannya, dapat membantu Anda meningkatkan pendapatan website Anda secara signifikan.

7. Pengabaian Keranjang

Pengabaian keranjan belanja sebagai KPI website
Pengabaian keranjan belanja sebagai KPI website

Pada website e-commerce, jika Anda pernah mengamati sebelumnya, Anda mungkin pernah mendengar istilah “pengabaian keranjang” yang sering digunakan. Ini adalah KPI penting lainnya untuk dilacak untuk toko e-commerce. KPI ini mengacu pada persentase pembeli yang menambahkan item ke keranjang atau keranjang mereka di website Anda, tetapi tidak pernah benar-benar melakukan pembelian.

Tidak seperti bouce rate atau konversi, rasio pengabaian keranjang bergantung pada faktor-faktor yang terjadi kemudian dalam proses belanja dan mungkin hampir tidak ada hubungannya dengan kualitas website atau SEO Anda. Sebaliknya, pembeli cenderung meninggalkan keranjang karena salah satu alasan berikut:

  •     Harga produk
  •     Biaya pengiriman
  •     Persyaratan pembayaran, seperti mendaftar akun atau menggunakan metode pembayaran tertentu
  •     Proses pembayaran yang rumit, seperti beberapa halaman atau langkah
  •     Kesalahan pengguna (yaitu, mereka salah mengetik nomor kartunya)

Dengan melacak KPI ini dengan sangat cermat, Anda dapat mengidentifikasi masalah dengan proses pembayaran Anda sebelum mulai menyebabkan masalah yang signifikan bagi bisnis Anda. Akibatnya, KPI online ini sangat penting menjelang akhir saluran penjualan.

Misalnya, jika Anda menemukan bahwa sebagian besar pelanggan meninggalkan keranjang mereka setelah melihat tarif pengiriman Anda, Anda dapat mempertimbangkan untuk menguranginya atau menawarkan pengiriman gratis di atas jumlah pembelian tertentu. Jika tampaknya meminta akun untuk membayar membuat takut pelanggan, Anda dapat mempertimbangkan untuk menambahkan opsi “pembayaran tamu”.

8. Biaya Per Konversi

Biaya per konversi
Biaya per konversi

KPI lain yang kami sarankan untuk dilacak adalah biaya per konversi, atau BPK. Biasanya digunakan untuk membahas Google AdWords, BPK Anda adalah jumlah yang pada dasarnya Anda bayarkan untuk mengubah pengunjung menjadi pembeli.

BPK tampaknya cukup mudah, terutama jika Anda melihat laporan Google Ads. Misalnya Anda memiliki iklan PPC yang membayar 5 sen per klik, dan menerima 50 klik sebelum ada konversi. Artinya, rata-rata BPK Anda adalah $ 2,50. Selama pembelian lebih dari $ 2,50, Anda telah mendapat untung, bukan?

Tidak juga. Anda juga perlu mempertimbangkan waktu menyiapkan iklan, biaya pengiriman produk, waktu pengembangan produk atau layanan, dan sebagainya. Itulah mengapa BPK menjadi KPI website yang rumit untuk dilacak.

Namun, mengetahui rata-rata BPK Anda itu penting.

Ini dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih cerdas tentang cara memberi harga produk Anda, apa yang harus dibayar untuk iklan, dan bahkan cara memasarkan bisnis Anda secara online. Jadi, ada baiknya melakukan beberapa pekerjaan untuk mencari tahu berapa BPK Anda.

Dengan metrik ini, Anda bisa menjadi lebih menguntungkan, plus mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar.

9. Nilai Pesanan Rata-rata

Nilai pesanan rata-rata
Nilai pesanan rata-rata

Sebagai pemilik bisnis online, sangat penting untuk mengetahui nilai pesanan rata-rata average order value (AOV) Anda – Anda juga dapat merujuk ke AOV Anda sebagai ukuran pesanan rata-rata atau keranjang pasar rata-rata. Mengapa sangat penting untuk mengetahui AOV Anda?

Lacak keranjang rata-rata Anda dan perusahaan Anda dapat mencapai hal berikut:

  •     Tetapkan dasar untuk AOV Anda
  •     Tingkatkan anggaran Anda untuk periklanan dan pemasaran
  •     Kembangkan strategi untuk meningkatkan AOV Anda
  •     Ukur keberhasilan peningkatan AOV Anda

Hitung KPI e-commerce ini dengan persamaan berikut:

Nilai Pesanan Rata-rata = Pendapatan / Jumlah Pesanan

Sebagai contoh, jika toko Anda menghasilkan $ 2 juta dalam penjualan melalui 1.000 pesanan, AOV Anda adalah $ 2.000.

Jika Anda ingin meningkatkan ukuran pesanan rata-rata Anda, berbagai taktik tersedia, termasuk:

  • Jual lebih banyak pada pembeli yang sudah ada: Tawarkan layanan berlangganan? Bergantung pada layanan atau produk Anda, Anda dapat melakukan upsell. Jika tim Anda menjual lebih banyak klien, pastikan mereka merekomendasikan produk atau layanan yang menawarkan nilai kepada pelanggan Anda – jika tidak, Anda berisiko merusak merek Anda.
  • Buat paket produk: Stok produk yang datang dengan banyak aksesori? Pikirkan tentang membuat paket produk untuk pembeli Anda. Dengan pendekatan ini, Anda menarik konsumen untuk meningkatkan pengalaman produk mereka sambil menawarkan diskon bundling kecil.
  • Tawarkan diskon nilai pesanan minimum: Ingin AOV Anda mencapai nomor tertentu? Pertimbangkan meluncurkan diskon nilai pesanan minimum, seperti diskon $ 5 untuk pesanan $ 25 atau pengiriman gratis untuk pesanan di atas $ 50.
  • Berikan rekomendasi produk yang dipersonalisasi: Apakah produk telah disesuaikan dengan gaya hidup tertentu, tema warna, dan lainnya? Coba berikan rekomendasi produk yang dipersonalisasi kepada pembeli – Anda dapat menawarkannya melalui email, serta saat pengguna melihat keranjang belanja mereka.

Luncurkan strategi AOV Anda satu per satu untuk mengukur kesuksesannya. Sebelum Anda menerapkan salah satu taktik Anda, pikirkan tentang melibatkan audiens Anda dan meminta pendapat mereka tentang beberapa perubahan potensial Anda, seperti bundel produk.

10. Pendapatan Dari Belanja Iklan

Pendapatan dari belanja iklan
Pendapatan dari belanja iklan

Jika Anda mengiklankan website Anda, baik melalui iklan digital atau cetak, penting bagi Anda untuk mengukur pendapatan yang Anda peroleh dari iklan – juga disebut pendapatan atas belanja iklan atau return on advertising spend (ROAS).

Lacak ROAS Anda melalui Google Analytics untuk iklan digital. Anda dapat mengakses data ROAS Anda di Google Analytics melalui Akuisisi, lalu sub-menu Kampanye. Di Kampanye, pilih Analisis Biaya untuk melihat ROAS Anda.

Bergantung pada kinerja KPI ini, Anda mungkin ingin mengevaluasi kembali strategi periklanan Anda. Proses ini mungkin terdiri dari tim Anda yang menilai ulang strategi Anda di tingkat global dan lokal, seperti dengan memperbarui audiens target Anda atau mengubah teks iklan Anda.

Meskipun iklan Anda berkinerja baik, carilah area yang perlu ditingkatkan.

11. Nilai Kesetiaan Pelanggan

Nilai kesetiaan pelanggan sebagai KPI website
Nilai kesetiaan pelanggan sebagai KPI website

KPI website berharga lainnya adalah nilai umur pelanggan atau customer lifetime value (CLV). Dengan menghitung CLV rata-rata, Anda memperkirakan pengeluaran seumur hidup seorang pembeli. Pahami nilai umur klien Anda, dan Anda dapat mempersiapkan masa depan, serta menginformasikan strategi pemasaran dan akuisisi Anda.

Dalam banyak kasus, Anda ingin meningkatkan CLV Anda. Mengapa? Lebih mudah menjual produk ke pelanggan yang sudah ada daripada ke pelanggan baru – pada kenyataannya, peluang Anda untuk menjual sesuatu ke pembeli baru hanya lima hingga 20 persen, versus 60 hingga 70 persen untuk klien yang sudah ada.

Tingkatkan CLV Anda dengan beberapa strategi berikut:

  • Buat permintaan produk melalui bundling
  • Libatkan pelanggan Anda dan soroti tindakan mereka
  • Sederhanakan proses pembelian Anda untuk pembeli
  • Tingkatkan listingan produk Anda dengan detail tambahan
  • Tawarkan keuntungan loyalitas pembeli berulang, penawaran eksklusif, dan banyak lagi

Saat Anda bertukar pikiran tentang cara-cara baru untuk meningkatkan CLV Anda, pastikan Anda mempertimbangkan audiens dan produk Anda. Jika lini produk Anda terdiri dari beberapa item berharga tinggi, misalnya, penggabungan mungkin tidak masuk akal.

Seperti ROAS, Anda dapat melacak CLV Anda melalui Google Analytics. Pergi ke Audiens Anda, diikuti oleh Nilai Umur. Di sini, Anda dapat melihat saluran akuisisi Anda, seperti penelusuran berbayar dan penelusuran organik. Dasbor ini juga akan menampilkan nomor pengguna dan pendapatan Anda per pengguna.

12. Tingkat Pertumbuhan

Tingkat pertumbuhan sebagai KPI website
Tingkat pertumbuhan sebagai KPI website

Dengan pengembalian rata-rata $ 44 untuk setiap $ 1 yang dibelanjakan, email marketing adalah strategi masuk ke website Anda. Namun, penting untuk memantau pertumbuhan daftar pelanggan Anda, serta metrik berharga lainnya – beberapa di antaranya mencakup rasio terbuka dan rasio klik-tayang (RKT).

Hitung tingkat pertumbuhan daftar Anda dengan persamaan berikut:

Tingkat Pertumbuhan Daftar = [Pelanggan Baru – (Unsubscribers + Keluhan Email)] / Total Daftar Email

Bergantung pada strategi email marketing Anda, Anda mungkin ingin melacak tingkat pertumbuhan daftar Anda secara bulanan, triwulanan, atau tahunan. Saat Anda memantau KPI e-commerce ini, perlu diingat bahwa daftar pelanggan email memiliki penurunan tahunan rata-rata sebesar 22,5 persen.

Tingkatkan laju pertumbuhan daftar Anda dengan berfokus pada menumbuhkan daftar pelanggan Anda, serta mempertahankannya. Anda juga harus mengambil pendekatan proaktif untuk membersihkan daftar pelanggan email Anda setiap tiga hingga enam bulan, karena Anda ingin terhubung dengan pembeli yang penting.

13. Ulasan Produk

Ulasan produk sebagai KPI website
Ulasan produk sebagai KPI website

KPI e-commerce yang penting adalah ulasan produk. Mereka memiliki pengaruh besar pada produk dan kesuksesan perusahaan, karena 80 persen konsumen mengakui bahwa ulasan online telah berubah pikiran tentang pembelian produk atau layanan.

Itulah mengapa Anda perlu memantau konten ulasan, serta jumlah ulasan.

Jika Anda menawarkan produk Anda di berbagai platform, seperti Amazon, WooCommerce, dan Shopify, Anda perlu menyisihkan waktu untuk memeriksa produk Anda. Saat Anda membaca ulasan pengguna, pastikan Anda atau anggota tim menyelesaikan ulasan yang tidak memuaskan.

Misalnya, jika pembeli menerima versi produk Anda yang rusak, Anda sebaiknya menghubungi mereka. Di hampir semua kasus, Anda akan memberi mereka pengganti gratis, yang dapat menyebabkan mereka memperbarui ulasannya.

Gunakan data kuantitatif dan kualitatif dari ulasan produk Anda untuk menilai kinerja website Anda. Bergantung pada temuan Anda, Anda dapat mendesain ulang produk, menilai kembali pabrikan, atau mengubah proses layanan pelanggan.

Singkatnya, Anda akan meningkatkan perusahaan, produk, dan layanan Anda.

14. Tingkat Churn

Tingkat churn
Tingkat churn

Salah satu KPI e-commerce yang sering dipantau bisnis adalah churn rate. Churn rate Anda menggambarkan tarif tahunan di mana pelanggan berhenti berlangganan layanan Anda, itulah sebabnya begitu banyak perusahaan e-commerce yang melacaknya.

Hitung churn rate perusahaan Anda dengan rumus berikut:

Churn Rate = Jumlah Pelanggan Hilang / Jumlah Pelanggan Awal

Bergantung pada paket langganan Anda, Anda dapat mendasarkan jumlah pelanggan awal berdasarkan bulan, tahun, atau kuartal. Jika Anda menawarkan langganan tiga bulan, misalnya, Anda akan mengukur jumlah pelanggan awal di awal periode tiga bulan tersebut dan kemudian jumlah yang hilang di akhir.

Jika Anda beroperasi pada tingkat churn yang tinggi, sering kali hal tersebut tidak berkelanjutan. Ingat, lebih hemat biaya untuk mempertahankan pelanggan daripada mendapatkan pelanggan baru. Apa yang dianggap churn rate tinggi, dan bagaimana Anda bisa menurunkannya?

Itu tergantung pada ukuran perusahaan Anda. Jika Anda adalah platform e-commerce yang mapan, targetkan tingkat churn tahunan lima hingga tujuh persen. Namun, untuk bisnis kecil-menengah (UKM), perkirakan tingkat churn lima persen setiap bulan.

Jika Anda ingin menurunkan tingkat churn Anda, bicarakan dengan pelanggan Anda. Pahami apa yang memotivasi mereka untuk membatalkan layanannya, seperti tmelalui survei pembatalan. Kemudian, kembangkan rencana untuk memperbaiki titik-titik lemah tersebut.

15. Produk Serupa

Produk serupa
Produk serupa

Bergantung pada produk atau layanan Anda, Anda pasti ingin melacak minat produk. KPI website ini memberi Anda data berharga tentang perilaku pembelian, menemukan produk mana yang cenderung dibeli bersama oleh pengguna.

Ini adalah metrik yang sangat baik untuk membuat paket produk, tetapi memang membutuhkan waktu. Untuk menghitung persamaan produk, Anda perlu mengimpor item dan data pesanan ke dalam dokumen Excel atau Google Sheet – mulai dengan data produk dan pesanan dari tiga bulan terakhir.

Selanjutnya, arahkan fokus Anda ke produk terlaris Anda dan tentukan produk yang paling sering dibeli dengannya. Kemudian, hitung frekuensi dan popularitas pesanan “paket” ini – ini memberikan perspektif tentang potensi produk yang dibundel.

Dalam beberapa kasus, Anda akan menemukan bahwa menggabungkan produk sangat berharga. Namun, ini sering kali bergantung pada produk dan layanan Anda, serta niat pembeli Anda. Meskipun produk yang dipaketkan tidak sepadan sekarang, itu mungkin menjadi berharga di masa depan, jadi ukur Persamaan produk secara rutin.

16. Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan
Harga pokok penjualan

Bahkan bagi perusahaan di luar industri website, harga pokok penjualan (HPP) adalah KPI yang perlu diperhatikan. HPP adalah KPI website yang penting karena menunjukkan berapa banyak yang dihabiskan bisnis Anda untuk menjual produk atau layanan.

KPI ini mengukur biaya berikut:

  •     Tenaga kerja
  •     Bahan
  •     Manufaktur

Hitung HPP Anda dengan rumus berikut:

HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir

Perhatikan, nilai pembelian Anda bergantung pada jangka waktu yang Anda ukur. Jika Anda menghitung HPP untuk tahun tersebut, misalnya, Anda akan mengukur total pembelian tahunan, serta inventaris Anda di awal dan akhir tahun.

Berdasarkan HPP Anda, Anda dapat membuat model harga yang efektif untuk produk atau layanan Anda. Anda juga dapat mengembangkan rencana harga untuk penjualan, penawaran eksklusif, dan promosi untuk memastikan bisnis Anda masih mendapat untung dari produk atau pembelian tersebut.

Kami tahu betapa sulitnya bagi bisnis untuk melacak sasaran dan kinerja website mereka. Jika Anda membutuhkan bantuan dengan KPI website, FruityLOGIC Design siap membantu Anda. Kami dapat menetapkan tujuan yang realistis dan mengoptimalkan toko Anda untuk memenuhi tujuan tersebut dengan keterampilan SEO, dan marketing kami. Hubungi kami hari ini untuk mengetahui bagaimana kami dapat mempermudah menjalankan bisnis Anda.

FruityLOGIC Design – fruitylogic.com
Graphic Design, Website Design, SEO
Kupang Baru 1/100, Surabaya 60189
t : +62317344564
f : +62317342062
e : info[@]fruitylogic.com
WA : 081332161357

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *