STRAVA Watermelon memakai merah sebagai pembeda utama. Warna ini langsung menarik perhatian, lalu didukung ilustrasi potongan semangka pada bagian bawah kemasan. Susunan utamanya tetap rapi: area peringatan kesehatan berada di bagian atas, nama STRAVA ditempatkan besar di tengah, lalu nama varian dan ilustrasi buah mengisi area bawah.
Pembagian seperti ini penting karena ruang depan kemasan sudah cukup padat. Dengan susunan yang jelas, nama brand tetap mudah terlihat, sementara bagian varian masih punya ruang yang cukup untuk tampil menonjol.
Warna merah sebagai penanda varian
Merah dipakai pada tulisan Watermelon, bidang bawah kemasan, garis-garis tipis, serta beberapa aksen kecil lain. Hasilnya, varian ini langsung terasa berbeda dibanding varian STRAVA lain tanpa perlu mengubah susunan desain secara keseluruhan.
Bagian tengah tetap menggunakan dasar putih agar nama STRAVA tetap bersih dan mudah dibaca. Dari situ, warna merah mulai turun ke area bawah dan menjadi fokus utama pada bagian varian. Peralihan antara putih dan merah dibuat lewat garis-garis miring yang memberi arah visual tanpa membuat desain terasa ramai.
Ilustrasi buah dan keseimbangan komposisi
Ilustrasi semangka ditempatkan di kanan bawah, lengkap dengan percikan yang membuat bagian bawah kemasan terasa lebih hidup. Nama Watermelon diletakkan di sisi kiri dengan gaya huruf yang lebih luwes, sehingga tampil beda dari tulisan STRAVA yang tegas dan besar di atasnya.
Keduanya saling melengkapi. Tulisan varian memberi penanda rasa, sementara ilustrasi buah membantu memperkuat asosiasi produk. Bagian bawah kemasan jadi terasa aktif, tetapi tetap terkendali karena ruangnya dibatasi dengan cukup jelas.
Penyusunan informasi pada kemasan
Di bagian depan, informasi dibagi menjadi beberapa lapisan yang cukup tegas. Peringatan kesehatan dan visual wajib tetap mendominasi area atas. Setelah itu, brand mendapat ruang paling besar di tengah, lalu area bawah dipakai untuk membedakan variannya.
Susunan ini membuat kemasan tetap mudah dipahami saat dilihat sekilas. Mata pembaca bergerak dari atas ke tengah, lalu turun ke bagian varian. Meskipun bidang depannya harus memuat cukup banyak informasi, tampilannya tidak terasa bertabrakan.
Pada sisi samping, desain dibuat lebih sederhana karena ruangnya banyak dipakai untuk teks. Aksen merah tetap diteruskan pada bagian bawah agar sisi samping masih terasa nyambung dengan tampilan depan.
Penerapan desain pada mockup
Mockup pertama menampilkan STRAVA Watermelon di tengah suasana konser dengan pencahayaan merah dan hijau. Dalam kondisi yang ramai seperti ini, warna merah pada kemasan justru membantu produk tetap menonjol.
Mockup kedua menempatkan pack di atas meja bersama minuman semangka. Pendekatan ini lebih tenang dan membantu menunjukkan hubungan yang jelas antara varian, warna kemasan, dan ilustrasi pada bagian depan.
Pada mockup pantai, produk ditempatkan di atas alas piknik dengan nuansa merah-putih yang masih sejalan dengan warna kemasan. Walaupun latarnya lebih ramai, posisi pack dan bidang merah pada bagian bawah tetap membuat produk mudah menjadi pusat perhatian.
Secara keseluruhan, STRAVA Watermelon memakai pendekatan yang sederhana: warna merah yang kuat, ilustrasi buah yang langsung dikenali, dan susunan informasi yang tetap rapi. Varian ini terasa jelas pembedaannya, tetapi tetap menjaga bentuk dasar kemasan agar brand tetap konsisten.



