• fruitylogic
  • fruitylogic
  • fruitylogic


Logo Desain Percetakan PGMA

  • desain logo percetakan surabaya
    Desain logo percetakan PGMA
  • jasa logo desain percetakan surabaya
    Jasa desain logo percetakan PGMA
  • konsep logo desain percetakan surabaya
    Konsep logo desain PGMA
  • ide logo desain percetakan surabaya
    Ide logo desain PGMA
  • draft logo desain percetakan surabaya
    Draft logo desain PGMA
  • pengembangan logo desain percetakan
    Pengembangan logo desain PGMA
  • logo desain percetakan pgma tes warna
    Logo desain PGMA

Proses Logo Desain Percetakan PGMA

Hampir seluruh desainer logo desain percetakan yang profesional memiliki proses pembuatan desain logo yang perlu mereka ikuti. Hal ini sebab mereka sadar betul jika tidak mengikuti proses yang tepat bisa mengakibatkan berbagai masalah.

Salah satu masalah yang mungkin Anda hadapi jika tidak memiliki proses desain yang tepat ialah membuat Anda kehilangan kredibilitas sebagai desainer logo. Selain itu Anda juga dapat kehilangan detail penting saat membuat logo, mendapatkan komplain dari klien yang merasa tidak puas dengan hasil kerja Anda, mendapatkan sebutan sebagai seorang amatir, dan banyak masalah lainnya yang Anda hadapi karena tidak proses desain logo yang tepat .

Maka dari itu, jika Anda ingin menjadi seorang desainer logo, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu proses desain logo agar nantinya bisnis Anda berjalan lancar. Oleh sebab itulah, pada kesempatan ini kami akan memberikan Anda informasi mengenai langkah logo desain percetakan bagi pemula.

Proses logo desain percetakan

Untuk membuat desain logo percetakan, setidaknya ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang desainer logo. Adapun tahapan logo desain percetakan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Membuat Ringkasan

Ketika Anda terlibat dalam sebuah proyek pembuatan logo, Anda perlu membuat ringkasan terlebih dahulu sebagai acuan untuk logo yang akan dibuat. Untuk membuat ringkasan, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, yaitu sebagai berikut ini:

  • Membaca materi iklan dengan sungguh-sungguh.
  • Memahami bisnis, industri, dan produk atau jasa milik klien, agar nantinya logo yang dibuat sesuai dengan bisnis klien.
  • Tanyakan kepada klien jenis logo yang sesuai dengan keinginan mereka, serta tanyakan pada mereka adakah permintaan khusus.

2. Penelitian

Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan untuk membuat setelah membuat ringkasan ialah melakukan penelitian terperinci mengenai perusahaan milik klien. Hal ini bertujuan agar logo yang akan dibuat sesuai dengan perusahaan milik klien. Adapun hal-hal yang harus di teliti adalah sebagai berikut:

  • Elemen desain seperti warna, font, dan tema desain yang akan digunakan untuk industri milik klien.
  • Pesaing klien , sebab dengan begitu Anda bisa lebih mengetahui kondisi pasar. Dengan begitu Anda bisa membuat logo yang mampu membantu klien Anda menarik lebih banyak pelanggan.
  • Desain logo yang diharapkan oleh klien. Seperti warna, font, tema dan lain sebagainya. Dengan begitu Anda dapat menentukan dengan mudah warna, font, ataupun hal lainnya yang akan Anda terapkan pada logo tersebut.

3. Membuat Sketsa

Kemudian setelah Anda mengetahui komponen apa saja yang perlu Anda masukkan kedalam logo, maka Anda bisa mulai membuat sketsa untuk logo tersebut. Untuk membuat sketsa, seorang desainer logo haruslah mampu mengembangkan konsep desain yang telah ditentukan. Adapun cara untuk mengembangkan konsep desain yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

  • Rancanglah ide serta pemikiran Anda di atas kertas. Hal ini dilakukan untuk bisa membantu mengeksekusi ide dengan benar. Tidak hanya itu saja, merancang ide diatas kertas juga bisa membuat Anda mampu meningkatkan proses kreatif dengan tetap memperhatikan detail kecil.
  • Lihat logo perusahaan yang memiliki kaitan dengan perusahaan milik klien Anda untuk mendapatkan inspirasi. Namun pastikan jangan sampai Anda menjiplak logo tersebut.

4. Digitalisasi Desain

Jika sketsa yang telah Anda buat sudah selesai, maka Anda perlu melakukan digitalisasi desain pada sketsa tersebut. Tahap ini memang sekilas terlihat mudah, namun sebenarnya tidaklah demikian. Hal ini sebab banyak sekali aplikasi untuk mendesain logo, sehingga tidak mungkin Anda mampu menguasainya semua. Ada kalanya klien meminta secara spesifik aplikasi apa yang digunakan untuk mendesain logo perusahaannya.

Maka dari itu, dari awal Anda harus memberitahu klien aplikasi desain apa saja yang Anda kuasai. Sehingga Anda tidak akan mengalami kesulitan kedepannya. Sekedar informasi, untuk saat ini aplikasi yang paling populer dikalangan desainer logo adalah Adobe Illustrator

Selain itu saat melakukan digitalisasi desain, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Misalnya saja melakukan eksperimenlah dengan berbagai ide, bentuk, sudut, dan warna. Anda juga harus membuat beberapa variasi desain logo dengan mengingat tema dan tujuan utama.

5. Lakukan Presentasi

Saat melakukan presentasi logo yang telah Anda buat, ada baiknya Anda mempersiapkan beberapa hal yang akan Anda sampaikan kepada klien Anda terlebih dahulu. Adapun beberapa hal yang perlu Anda sampaikan saat presentasi ialah sebagai berikut:

  • Makna dari warna dan font yang Anda pilih untuk desain tersebut, serta alasan mengapa Anda memilihnya untuk diterapkan pada logo yang Anda buat.
  • Makna dari desain yang telah Anda buat secara keseluruhan. Hal ini sebab logo yang baik pastinya memiliki arti dari setiap gambar dan elemen yang ada di dalamnya. Membuat logo dengan gambar yang tidak memiliki arti akan membuatnya menjadi ambigu dan sulit dipahami.
  • Saat melakukan presentasi, ada baiknya ajukan lebih dari satu konsep desain terbaik kepada klien Anda, sehingga mereka memiliki banyak pilihan. Hal tersebut tidak hanya membuat Anda terlihat lebih profesional, namun juga menunjukkan bahwa Anda adalah seorang yang peduli dengan klien Anda.

6. Mendapatkan Masukan

Masukan klien sangat penting bagi seorang desainer logo. Hal ini sebab dengan menerima masukan klien mampu membuat sebuah desain logo menjadi lebih baik lagi. Adapun yang perlu Anda pahami dan lakukan ketika menerima umpan balik dari klien adalah sebagai berikut:

Memcoba melihat sesuatu dari sudut pandang klien, serta memperhatikan umpan balik yang diberikan.

Memberikan perubahan yang dibutuhkan dan diinginkan pada logo yang telah dibuat, setelah menerima umpak balik dari klien.

Belajar dari umpan balik yang diberikan kepada desainer logo lain oleh klien. Hal ini akan memberi Anda pemahaman yang lebih baik tentang apa yang diinginkan klien dalam desain logonya.

Membuat perubahan pada desain sesuai keinginan klien hingga mereka merasa puas.

7. Mengirimkan Dokumen Akhir

Sebelum mengirimkan dokumen yang telah selesai direvisi dan telah disetujui klien, ada baiknya jika Anda memperhatikan beberapa hal terlebih dahulu. Nah hal yang harus Anda perhatikan saat akan mengirim dokumen akhir adalah sebagai berikut:

Selesaikan file desain logo dan kirimkan dalam format yang benar.

Jika ada kebingungan, Anda dapat membaca detail tentang format file desain logo atau berkonsultasi dengan dukungan pelanggan.

Pastikan bahwa file yang dikirimkan sudah sesuai dengan keinginan klien.

Jadi itulah tadi adalah informasi mengenai 7 langkah proses logo desain percetakan secara. Cukup mudah untuk diterapkan bukan? Semoga informasi yang kami sampaikan di atas dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda yang memiliki usaha logo desain percetakan.

FruityLOGIC Design - fruitylogic.com
Graphic Design, Website Design, SEO
Kupang Baru 1/100, Surabaya 60189
t : +62317344564
f : +62317342062
e : info[@]fruitylogic.com
WA : 081332161357

Tags   : logo desain,  
Portfolio FruityLOGIC Design Surabaya Lainnya
Loading
Web Design Distributor Shell
Jasa Web Design Surabaya dan Jakarta

Web Design Distributor Sh...

Website Company Profile Design Solartek
Jasa Web Design Surabaya dan Jakarta

Website Company Profile D...

Poster Design Devdan Bali Nusa Dua Theatre - Treasure of the Archipelago
Jasa Web Design Surabaya dan Jakarta

Poster Design Devdan Bali...

Logo Desain Percetakan PGMA

Seberapa pentingkah logo desain percetakan? Tentu penting sekali di tengah ramainya bisnis baru yang bermunculan. Semakin banyaknya bisnis baru semakin meningkat pula kebutuhan percetakan bagi usaha, baik itu untuk materi promosi seperti banner, label, kartu nama, sticker dan masih banyak lagi. Lalu mengapa usaha percetakan juga perlu memiliki logo design yang profesional? Banyak usaha percetakan yang semakin berkembang, dan itulah yang membuat pasar usaha ini semakin kompetitif. Terlebih bagi percetakan skala besar, mereka perlu memperkenalkan jasa percetakan mereka dengan sangat baik dan profesional. Customer percetakan skala besar pastinya adalah bisnis yang profesional yang akan mencari jasa percetakan yang berpengalaman. Bagaimana menampilkan kesan itu? Dengan design logo profesional tentunya.

Design logo dapat mencerminkan perusahaan Anda, menceritakan bagaimana perusahaan Anda bekerja dan kualitas dari produk. Design logo perusahaan dapat di tampilkan pada kop surat, kartu nama, katalog dan materi promosi lainnya. Dari materi promosi tersebut, logo perusahaan dapat dikenali customer. Logo design akan mudah diingat terlebih dengan design promosi yang terkonsep dengan baik akan lebih meningkatkan kepercayaan customer.

Jasa logo design PGMA oleh FruityLOGIC Design Surabaya

Logo adalah sebuah bentuk dan tidak bisa lepas dari elemen-elemen dasar yang membentuknya, seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll, dan Logo harus digambarkan dengan bagus dan mampu mewakili bentuk / visual yang di inginkan oleh klien dan dapat diterjemahkan dengan mudah oleh semua orang, dengan cara memaksimalkan pesan-pesan yang menguntungkan dalam bentuk lambang dan gambar. FruityLOGIC Design membantu pembuatan jasa logo desain percetakan PGMA dengan konsep berikut :

Konsep Logo design PGMA

Warna

Warna yang digunakan dalam pembuatan sebuah logo adalah merupakan salah satu faktor yang samgat penting. Sekarang ini banyak logo dengan design yang beragam yang begitu berkembang dan mempunyai banyak bentuk dan model, pada pembuatan logo PGMA ini kami mempertimbangkan menggunakan perpaduan warna CMYK sebagai warna logo dari perusahaan PGMA. Perpaduan warna CMYK, CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-blacK dan biasanya juga sering disebut sebagai warna proses atau empat warna. CMYK adalah sebuah model warna yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Jadi untuk mereproduksi gambar sehingga dapat dicapai hasil yang (relative) sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta yaitu: Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Keempat tinta tersebut disebut Tinta / Warna Proses.

Kami memilih menggunakan perpaduan warna CMYK dan aksen biru untuk Teks untuk logo desain PGMA:

  • Menarik, mudah diingat
  • Biru adalah warna terpopuler di dunia baik dalam preferensi pribadi dan konteks bisnis
  • Dari perspektif psikologi warna, arti warna biru adalah dapat diandalkan dan bertanggung jawab. Warna ini menunjukkan rasa aman dan percaya diri. Warna biru memiliki kebutuhan akan keteraturan dan arah dalam kehidupannya, termasuk tempat tinggal dan ruang kerja.
  • Untuk logo PGMA dengan grafis menyerupai kupu-kupu yang menggambarkan suatu semangat, kekuatan, percaya diri, gerak, dinamika, selalu berkembang, mempunyai gerak yang cepat dan lugas.

Tampilan Desain Logo PGMA

PGMA memiliki tampilan simple dengan menampilkan desain menyerupai kupu, dengan warna-warni CMYK yang menggambarkan suatu semangat, kekuatan, percaya diri, gerak, dinamika, selalu berkembang, mempunyai gerak yang cepat dan lugas. Dengan tampilan seperti itu nantinya Logo design PGMA ini bisa mudah di ingat dan menarik perhatian, dan hal ini semakin baik untuk tujuan branding.

  • jenis logo yang kami pilih adalah logo kombinasi, yaitu penggabungan tipografi Alphabet dan typografi dengan bentuk modern.
  • bentuk logo PGMA menyerupai bentuk kupu kupu yang menggambarkan suatu gerak, semangat, dinamika atau gerak cepat.
  • tipografi dengan bentuk modern yang mempunyai ciri khusus, dan agar mudah dipahami.

Setiap desain logo yang dibuat oleh FruityLOGIC Design dipastikan dapat diaplikasikan pada semua materi pemasaran termasuk brosur, signage, atau bahkan pada situs web.


0 Komentar

Komentar